Senin, 25 Februari 2013

FAIRY DAN CAHAYA

Seandainya . . .
Kukatakan yang sesungguhnya
Tentang perasaanku padamu
Selama ini . . .
ᐤᐤᐤ
Semuanya sudah terlambat kau telah menjadi miliknya. Dia yang telah mendapatkan tempat tertinggi di hatimu. Bukan aku, orang yang sebenarnya sudah dahulu bertemu denganmu, dekat denganmu dan berharap kamu menjadi orang yang selalu ada di sisiku selamanya.
Penyesalan mungkin memang selalu datang terlambat dan membawa sesuatu hal yang menyakitkan, di sini. Di dalam hati yang sekarang terluka . . .
ᐤᐤᐤ
Seandainya . . .
Kubisa memutar kembali
Waktu yang telah pergi dariku
Saat kau ada ada di sini denganku
ᐤᐤᐤ
08 Oktober 2009
Satu hari yang lalu dia ulang tahun diary . . . aku beri dia kado dan dia menerimya dengan senyuman yang bikin aku tambah kesengsem sama dia. Aku harap dia suka sama kado yang aku berikan J
*Fairy*
☼☼☼
19.00 W.I.B 08 Oktober 2009
“Ini untuk kamu, selamat ulang tahun yah.”
Dia mengucapkan itu padaku kemarin, hal yang tak pernah aku bayangkan bisa terjadi di hari ulang tahunku. Tak pernah aku merasakan kebahagian seperti ini.
Masih terbayang diingatanku saat dia menyerahkan kado dengan senyumannya yang mampu melumerkan hatiku dan dengan muka yang bersemu merah, semerah tomat yang baru matang di pohonnya. Aku sempat terkekeh kecil melihatnya. Hmm . . . tapi menurutku kemarin adalah hari yang tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Sebenarnya hatiku . . .
Selalu mencintaimu . . .
Hanya saja kutak pernah
Mengatakan kepadamu
ᐤᐤᐤ
01 November 2009
Diary . . . akhirnya setelah aku menyerahkan kado saat ulang tahunnya dulu, aku bisa dekat dengan dia. Tapi diary aku kecewa karena dia bilang dia sangat bahagia karena mempunyai sahabat sepertiku.
Hmmm . . . hanya sahabat yah nggak bakalan lebih? Aku kecewa berat nih. Apa aku salah mencintainya? Padahal dia hanya menganggapku seorang sahabat. Apa aku salah mengartikan semua sikapnya selama sebulan ini denganku?
I LOVE HIM!!!
*Fairy*
☼☼☼

20.00 W.I.B 01 November 2009
“Kau memang sahabat terbaikku, Kinara. Tak rugi aku mempunyai sahabat sepertimu.”
Arrghh . . . aku menyesal! Sangat menyesal, kenapa aku mengatakan itu padanya? Padahal aku tak bermaksud mengatakan semua itu. Aku benar-benar payah. Menutup peluang untuk menjadikan dia kekasihku dengan tanganku sendiri.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Dalamnya cintaku
Mengenggam tulus hatimu
Namun kini kau katakan
Cinta sudah terlambat
ᐤᐤᐤ
02 Juni 2010
“Aku suka kamu.” Rei berdiri dihadapan Kinara. Memandangnya dengan tatapan tulus, menyakinkan sosok mungil di depannya itu. Bahwa dia serius, dia tak akan pernah mengatakan semua ini hanya untuk main-main semata.
 “Sorry, aku nggak bisa Rei.” Kinara berjalan meninggalkan Rei yang terpaku diam. Sorry, Rei . . . batinnya dalam hati, sedikit menyesali apa yang terjadi sekarang.
“Kenapa?” teriak Rei Miris. Cukup terdengar di telinga Kinara. Dan itu membuat air mata yang ada di pelupuk matanya hampir terjatuh keluar. Dia berlari meninggalkan tempat ini, tanpa menoleh lagi. Dia takut akan merasa semakin bersalah dan melakukan hal fatal yang bisa menghancurkan semuanya.
ᐤᐤᐤ

Seharusnya. . . .
Kutak biarkan kau menanti
Kata cinta dariku
Yang tersimpan terlalu lama
 ᐤᐤᐤ
03 Juli 2010
Masih terbayang kenangan yang menyakitkan satu bulan yang lalu itu, benar-benar menghancurkan aku. Bahkan aku sebenarnya belum seutuhnya pulih dari semua ini, hatiku masih sakit, hatiku masih menyimpan luka itu.
Aku mengakui ini semua salahku, mengapa aku harus menunda-nunda untuk mengatakan semuanya? Padahal aku sendiri tahu kau sudah memberikan sinyal-sinyal itu sejak lama.
Dan satu bukti nyata lagi, membuat aku semakin menyesal tidak mengatakannya sejak lama. Ternyata saat pertama kali kita mulai dekat kau sudah menyimpan rasa itu padaku. Dan bodohnya aku, aku tidak peka akan itu. Membiarkan kau menunggu dan akhirnya kau pun menyerah.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Dan seharusnya . . .
Ku pahami isi hatimu
Yang tulus menyayangi diriku
Sebelum cinta menjadi miliknya
ᐤᐤᐤ
03 April 2010
Aku nggak kuat diary. Sampai kapan aku seperti ini. Menanti dirinya mencintaiku dan mengatakan cintanya padaku. Tak mungkin aku salah lagi mengartikan sikapnya padaku, diary. Semuanya sudah jelas tapi apa yang dia tunggu?
Sepertinya aku harus melepaskannya diary sebelum aku benar-benar terluka, keputusanku sudah bulat.
Tadi Marcel menyatakan cintanya padaku dan aku menerimanya. Aku nggak salahkan, diary? Semoga apa yang kulakukan ini bisa membuat aku melupakannya dan perlahan Marcel bisa menggantikan posisinya dihatiku.
Sekarang tak akan ada lagi Fairy dan Cahaya semuanya sudah selesai L
*Fairy*
☼☼☼
07 Juli 2010
Dia sepertinya bahagia sekarang. Andai aku yang bisa membuatnya sebahagia itu. Tapi aku malah tak membuatnya bahagia malah menyakiti dirinya.
Hmmm . . . aku berharap kau terus bahagia dengannya. Aku di sini akan mencoba untuk menerima semua ini. Terima kasih kau telah memberikan sebuah pelajaran berharga untukku.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Seandainya . . .
Kukatakan yang sesungguhnya
Tentang perasaanku padamu
Selama ini . . .
Seandainya . . .
Kubisa memutar kembali
Waktu yang telah pergi dariku
Saat kau ada ada di sini denganku
Sebenarnya hatiku . . .
Selalu mencintaimu . . .
Hanya saja kutak pernah
Mengatakan kepadamu
Dalamnya cintaku
Mengenggam tulus hatimu
Namun kini kau katakan
Cinta sudah terlambat
Seharusnya. . . .
Kutak biarkan kau menanti
Kata cinta dariku
Yang tersimpan terlalu lama
Dan seharusnya . . .
Ku pahami isi hatimu
Yang tulus menyayangi diriku
Sebelum cinta menjadi miliknya
(Dygta-Cinta Sudah Terlambat)
©Zizi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar