Seandainya . . .
Kukatakan yang
sesungguhnya
Tentang perasaanku
padamu
Selama ini . . .
ᐤᐤᐤ
Semuanya sudah terlambat kau telah menjadi
miliknya. Dia yang telah mendapatkan tempat tertinggi di hatimu. Bukan aku,
orang yang sebenarnya sudah dahulu bertemu denganmu, dekat denganmu dan
berharap kamu menjadi orang yang selalu ada di sisiku selamanya.
Penyesalan mungkin memang selalu datang
terlambat dan membawa sesuatu hal yang menyakitkan, di sini. Di dalam hati yang
sekarang terluka . . .
ᐤᐤᐤ
Seandainya . . .
Kubisa memutar
kembali
Waktu yang telah
pergi dariku
Saat kau ada ada di
sini denganku
ᐤᐤᐤ
08 Oktober 2009
Satu hari
yang lalu dia ulang tahun diary . . . aku beri dia kado dan dia menerimya
dengan senyuman yang bikin aku tambah kesengsem sama dia. Aku harap dia suka
sama kado yang aku berikan J
*Fairy*
☼☼☼
19.00 W.I.B 08
Oktober 2009
“Ini untuk kamu,
selamat ulang tahun yah.”
Dia mengucapkan itu padaku kemarin, hal
yang tak pernah aku bayangkan bisa terjadi di hari ulang tahunku. Tak pernah
aku merasakan kebahagian seperti ini.
Masih terbayang diingatanku saat dia
menyerahkan kado dengan senyumannya yang mampu melumerkan hatiku dan dengan muka
yang bersemu merah, semerah tomat yang baru matang di pohonnya. Aku sempat
terkekeh kecil melihatnya. Hmm . . . tapi menurutku kemarin adalah hari yang tak
akan pernah aku lupakan seumur hidupku.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Sebenarnya hatiku .
. .
Selalu mencintaimu
. . .
Hanya saja kutak
pernah
Mengatakan kepadamu
ᐤᐤᐤ
01 November
2009
Diary . . . akhirnya setelah aku menyerahkan
kado saat ulang tahunnya dulu, aku bisa dekat dengan dia. Tapi diary aku kecewa
karena dia bilang dia sangat bahagia karena mempunyai sahabat sepertiku.
Hmmm . . . hanya sahabat yah nggak bakalan
lebih? Aku kecewa berat nih. Apa aku salah mencintainya? Padahal dia hanya
menganggapku seorang sahabat. Apa aku salah mengartikan semua sikapnya selama
sebulan ini denganku?
I LOVE HIM!!!
*Fairy*
☼☼☼
20.00 W.I.B 01 November 2009
“Kau memang sahabat
terbaikku, Kinara. Tak rugi aku mempunyai sahabat sepertimu.”
Arrghh . . . aku menyesal! Sangat menyesal,
kenapa aku mengatakan itu padanya? Padahal aku tak bermaksud mengatakan semua
itu. Aku benar-benar payah. Menutup peluang untuk menjadikan dia kekasihku dengan
tanganku sendiri.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Dalamnya cintaku
Mengenggam tulus hatimu
Namun kini kau katakan
Cinta sudah terlambat
ᐤᐤᐤ
02 Juni 2010
“Aku suka kamu.” Rei berdiri dihadapan Kinara.
Memandangnya dengan tatapan tulus, menyakinkan sosok mungil di depannya itu.
Bahwa dia serius, dia tak akan pernah mengatakan semua ini hanya untuk
main-main semata.
“Sorry,
aku nggak bisa Rei.” Kinara berjalan meninggalkan Rei yang terpaku diam. Sorry, Rei . . . batinnya dalam hati,
sedikit menyesali apa yang terjadi sekarang.
“Kenapa?” teriak Rei Miris. Cukup terdengar
di telinga Kinara. Dan itu membuat air mata yang ada di pelupuk matanya hampir
terjatuh keluar. Dia berlari meninggalkan tempat ini, tanpa menoleh lagi. Dia
takut akan merasa semakin bersalah dan melakukan hal fatal yang bisa
menghancurkan semuanya.
ᐤᐤᐤ
Seharusnya. . . .
Kutak biarkan kau menanti
Kata cinta dariku
Yang tersimpan terlalu lama
ᐤᐤᐤ
03 Juli 2010
Masih terbayang kenangan yang menyakitkan
satu bulan yang lalu itu, benar-benar menghancurkan aku. Bahkan aku sebenarnya
belum seutuhnya pulih dari semua ini, hatiku masih sakit, hatiku masih
menyimpan luka itu.
Aku mengakui ini semua salahku, mengapa aku
harus menunda-nunda untuk mengatakan semuanya? Padahal aku sendiri tahu kau
sudah memberikan sinyal-sinyal itu sejak lama.
Dan satu bukti nyata lagi, membuat aku
semakin menyesal tidak mengatakannya sejak lama. Ternyata saat pertama kali
kita mulai dekat kau sudah menyimpan rasa itu padaku. Dan bodohnya aku, aku
tidak peka akan itu. Membiarkan kau menunggu dan akhirnya kau pun menyerah.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Dan seharusnya . . .
Ku pahami isi hatimu
Yang tulus menyayangi diriku
Sebelum cinta menjadi miliknya
ᐤᐤᐤ
03 April 2010
Aku nggak kuat diary. Sampai kapan aku seperti
ini. Menanti dirinya mencintaiku dan mengatakan cintanya padaku. Tak mungkin
aku salah lagi mengartikan sikapnya padaku, diary. Semuanya sudah jelas tapi
apa yang dia tunggu?
Sepertinya aku harus melepaskannya diary
sebelum aku benar-benar terluka, keputusanku sudah bulat.
Tadi Marcel menyatakan cintanya padaku dan aku
menerimanya. Aku nggak salahkan, diary? Semoga apa yang kulakukan ini bisa
membuat aku melupakannya dan perlahan Marcel bisa menggantikan posisinya
dihatiku.
Sekarang tak akan ada lagi Fairy dan Cahaya semuanya
sudah selesai L
*Fairy*
☼☼☼
07 Juli 2010
Dia sepertinya bahagia sekarang. Andai aku
yang bisa membuatnya sebahagia itu. Tapi aku malah tak membuatnya bahagia malah
menyakiti dirinya.
Hmmm . . . aku berharap kau terus bahagia
dengannya. Aku di sini akan mencoba untuk menerima semua ini. Terima kasih kau
telah memberikan sebuah pelajaran berharga untukku.
*Cahaya*
ᐤᐤᐤ
Seandainya . . .
Kukatakan yang sesungguhnya
Tentang perasaanku padamu
Selama ini . . .
Seandainya . . .
Kubisa memutar kembali
Waktu yang telah pergi dariku
Saat kau ada ada di sini denganku
Sebenarnya hatiku . . .
Selalu mencintaimu . . .
Hanya saja kutak pernah
Mengatakan kepadamu
Dalamnya
cintaku
Mengenggam
tulus hatimu
Namun
kini kau katakan
Cinta
sudah terlambat
Seharusnya.
. . .
Kutak
biarkan kau menanti
Kata
cinta dariku
Yang
tersimpan terlalu lama
Dan
seharusnya . . .
Ku
pahami isi hatimu
Yang
tulus menyayangi diriku
Sebelum
cinta menjadi miliknya
(Dygta-Cinta
Sudah Terlambat)
©Zizi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar