Selasa, 16 April 2013

FLU


Apakah kau tahu betapa berharganya sebuah kesehatan?
©©©
Hujan dan panas  yang terus berganti tidak teratur, membuat semua orang harus menyiapkan daya tahan tubuh yang kuat karena berbagai macam penyakit akan menyerang, seperti flu, demam dan teman-temannya yang lain. Aku pun juga begitu, walaupun aku tidak melakukan hal-hal ekstrim untuk mempertahankan daya tahan tubuhku. Sebenarnya bisa saja aku tak mempersiapkan semuanya. Kalau saja daya tahan tubuhku tak mudah diterobos virus-virus yang menyebalkan itu tetapi ini malah sebaliknya daya tahan tubuhku tak seperti apa yang aku harapkan.
Dulu aku pernah tak menghiraukan semua itu. Aku menganggapnya hal yang konyol dan merepotkan. Sampai sakit itu menyerangku, membuat aku merasa betapa tidak enaknya sakit tenggorokan seperti ada bara api di dalam tenggorokan, demam  yang membuat aku merasa bisa memasak air karena suhu tubuh yang tinggi , dan batuk. Itu semua mengharuskan aku meminum obat. Apakah aku harus menggambarkan betapa tidak enaknya rasa obat itu? Ditambah lagi suaraku menjadi serak membuatku merasa malu untuk mengeluarkan suara.
Saat itu aku hanya bisa duduk diam dan melihat teman-temanku asyik bermain, mengoceh sana-sini, dan minum es teh yang membuat air liurku terasa ingin menetes. “Mau?” tawar seorang teman yang duduk di sebelahku. Mungkin dia merasa iba padaku. Aku menoleh ke arahnya, dia menyodorkan sebungkus keripik singkong pedas yang penuh minyak. Kesukaanku. Kalau saja aku tidak sakit tenggorokan mungkin aku akan menganggukkan kepala, tapi ini dalam keadaan yang berbeda. Terpaksa aku menggelengkan kepala. “Makasih. Tapi maaf tenggorokanku masih sakit. Jadi aku tidak bisa makan itu dulu. Dia menatapku prihatin dan mengangguk. Memaklumi. “Oh ya sudah, kalau begitu aku ke sana dulu.” Dia berpamitan denganku, menghampiri temanku yang sedang bertukar cerita. Aku hanya memperhatikan mereka, aku tak bisa bergabung karena aku takut pada saat sedang seru-serunya bercerita suaraku malah habis, tidak lucu kan aku pulang ke rumah dengan suara habis dan tak bisa mengeluarkan suara sama sekali seharian?
“Assalamu’alaikum.” Aku mengucapkan salam dengan suara lirih saat memasuki rumah. Hari ini cukup panas membuatku ingin cepat-cepat sampai di rumah saat perjalanan pulang sekolah tadi.
“Wa’alaikumsalam, Zi.” Mamaku berseru dari dapur. Aku melangkahkan kakiku menuju kamar, mengganti baju seragam dengan baju rumah dan setelah itu aku langsung menuju meja makan. Melihat makanan yang dimasak mamaku adalah makanan berminyak membuat aku merasakan nafsu makanku menghilang.
“Ayo makan, Zi, jangan sampai maag kamu kambuh kalau nggak makan siang,” ucap mamaku. Aku hanya menganggukkan kepala, mengambil nasi sedikit dan menyortir makanan apa yang mengandung sedikit minyak. Rasanya sakit flu ini membuatku susah saja, makan susah, minum pun juga susah. Aku nggak mau merasakan flu lagi! Tekadku dalam hati.
“Ma, obat apa yang bisa menghilangkan sakit tenggorokan dan mengembalikan suaraku?”Aku bertanya sambil merengek ke mamaku. Mama tersenyum lembut, “Minum jeruk nipis ditambah madu atau jeruk nipis ditambah gula dengan air hangat.”
“Bener, Ma, sakit tenggorokannya bisa hilangkan dan suaraku bisa kembali semula?” Aku bertanya dengan mata yang berbinar-binar.
“Tidak langsung mengobati, Zi, itu hanya mengurangi sakitnya sedikit. Setidaknya kamu akan merasa sedikit baikkan.” Mama berucap bijak.
“Iya deh, Ma.”
Aku pun mencoba saran mama. Sakit tenggorokanku hilang tetapi aku memasuki masa dimana hidung mampet, suara yang sumbang dan cairan kental yang terus ingin memaksa keluar dari hidung membuatku susah dalam menjalankan kegiatan karena harus tahan membawa sapu tangan dan tissu kemana-mana.
Satu minggu lebih aku telah mengalami flu itu, waktu yang sangat singkat terasa sangat panjang. Sebenarnya aku sudah beberapa kali mengalami flu tetapi tetap saja rasanya flu itu tetap tidak enak. Dan aku benar-benar membulatkan tekad untuk menjaga kesehatanku agar tidak terkena flu lagi, bukan tekad yang dulu-dulu, tekad yang hanya aku buktikan sebentar saja.
Sebenarnya bukan tidak mungkin aku akan sakit flu lagi tapi kan setidaknya aku telah mencoba agar flu itu menjauhiku. Bukankah kita harus terus berusaha semampu kita? Ternyata sehat itu lebih enak daripada sakit!
FIN
©Zizi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar