Apakah kau tahu betapa berharganya sebuah kesehatan?
©©©
Hujan dan panas yang terus
berganti tidak teratur, membuat semua orang harus menyiapkan daya tahan tubuh
yang kuat karena berbagai macam penyakit akan menyerang, seperti flu, demam dan
teman-temannya yang lain. Aku pun juga begitu, walaupun aku tidak melakukan
hal-hal ekstrim untuk mempertahankan daya tahan tubuhku. Sebenarnya bisa saja
aku tak mempersiapkan semuanya. Kalau saja daya tahan tubuhku tak mudah
diterobos virus-virus yang menyebalkan itu tetapi ini malah sebaliknya daya
tahan tubuhku tak seperti apa yang aku harapkan.
Dulu aku pernah tak menghiraukan semua itu. Aku
menganggapnya hal yang konyol dan merepotkan. Sampai sakit itu menyerangku,
membuat aku merasa betapa tidak enaknya sakit tenggorokan seperti ada bara api
di dalam tenggorokan, demam yang membuat
aku merasa bisa memasak air karena suhu tubuh yang tinggi , dan batuk. Itu
semua mengharuskan aku meminum obat. Apakah aku harus menggambarkan betapa
tidak enaknya rasa obat itu? Ditambah lagi suaraku menjadi serak membuatku
merasa malu untuk mengeluarkan suara.
Saat itu aku hanya bisa duduk diam dan melihat teman-temanku
asyik bermain, mengoceh sana-sini, dan minum es teh yang membuat air liurku
terasa ingin menetes. “Mau?” tawar seorang teman yang duduk di sebelahku. Mungkin
dia merasa iba padaku. Aku menoleh ke arahnya, dia menyodorkan sebungkus
keripik singkong pedas yang penuh minyak. Kesukaanku. Kalau saja aku tidak
sakit tenggorokan mungkin aku akan menganggukkan kepala, tapi ini dalam keadaan
yang berbeda. Terpaksa aku menggelengkan kepala. “Makasih. Tapi maaf
tenggorokanku masih sakit. Jadi aku tidak bisa makan itu dulu. Dia menatapku
prihatin dan mengangguk. Memaklumi. “Oh ya sudah, kalau begitu aku ke sana dulu.”
Dia berpamitan denganku, menghampiri temanku yang sedang bertukar cerita. Aku hanya
memperhatikan mereka, aku tak bisa bergabung karena aku takut pada saat sedang
seru-serunya bercerita suaraku malah habis, tidak lucu kan aku pulang ke rumah
dengan suara habis dan tak bisa mengeluarkan suara sama sekali seharian?
“Assalamu’alaikum.” Aku mengucapkan salam dengan suara lirih
saat memasuki rumah. Hari ini cukup panas membuatku ingin cepat-cepat sampai di
rumah saat perjalanan pulang sekolah tadi.
“Wa’alaikumsalam, Zi.” Mamaku berseru dari dapur. Aku
melangkahkan kakiku menuju kamar, mengganti baju seragam dengan baju rumah dan
setelah itu aku langsung menuju meja makan. Melihat makanan yang dimasak mamaku
adalah makanan berminyak membuat aku merasakan nafsu makanku menghilang.
“Ayo makan, Zi, jangan sampai maag kamu kambuh kalau nggak
makan siang,” ucap mamaku. Aku hanya menganggukkan kepala, mengambil nasi
sedikit dan menyortir makanan apa yang mengandung sedikit minyak. Rasanya sakit
flu ini membuatku susah saja, makan susah, minum pun juga susah. Aku nggak mau
merasakan flu lagi! Tekadku dalam hati.
“Ma, obat apa yang bisa menghilangkan sakit tenggorokan dan
mengembalikan suaraku?”Aku bertanya sambil merengek ke mamaku. Mama tersenyum
lembut, “Minum jeruk nipis ditambah madu atau jeruk nipis ditambah gula dengan
air hangat.”
“Bener, Ma, sakit tenggorokannya bisa hilangkan dan suaraku
bisa kembali semula?” Aku bertanya dengan mata yang berbinar-binar.
“Tidak langsung mengobati, Zi, itu hanya mengurangi sakitnya
sedikit. Setidaknya kamu akan merasa sedikit baikkan.” Mama berucap bijak.
“Iya deh, Ma.”
Aku pun mencoba saran mama. Sakit tenggorokanku hilang
tetapi aku memasuki masa dimana hidung mampet, suara yang sumbang dan cairan
kental yang terus ingin memaksa keluar dari hidung membuatku susah dalam
menjalankan kegiatan karena harus tahan membawa sapu tangan dan tissu
kemana-mana.
Satu minggu lebih aku telah mengalami flu itu, waktu yang
sangat singkat terasa sangat panjang. Sebenarnya aku sudah beberapa kali
mengalami flu tetapi tetap saja rasanya flu itu tetap tidak enak. Dan aku
benar-benar membulatkan tekad untuk menjaga kesehatanku agar tidak terkena flu
lagi, bukan tekad yang dulu-dulu, tekad yang hanya aku buktikan sebentar saja.
Sebenarnya bukan tidak mungkin aku akan sakit flu lagi tapi
kan setidaknya aku telah mencoba agar flu itu menjauhiku. Bukankah kita harus
terus berusaha semampu kita? Ternyata sehat itu lebih enak daripada sakit!
FIN
©Zizi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar